Kamis, 09 Januari 2014

Tujuh Tip Dapatkan Tidur yang Berkualitas

Tidur malam memiliki banyak manfaat seperti misalnya menjaga tekanan darah, meningkatkan daya tahan tubuh, dan bahkan membantu mempertahankan berat badan. Namun terkadang Anda susah untuk tidur malam dengan nyenyak. Bagaimana mengatasinya?
Dr. Michael Brues, Ph.D., seorang psikolog klinis dan diplomat dari American Board of Sleep Medicine menjelaskan bahwa semua orang cukup tidur di malam hari dan bangun pagi untuk melakukan aktivitas di pagi hari akan mendapatkan asupan vitamin D dari sinar matahari yang baik bagi kulit dan juga kesehatan tubuh lainnya. Untuk itu diperlukan tidur malam yang berkualitas.

Berikut 7 cara mendapatkan tidur malam yang baik menurut Dr. Michael Brues :

Matikan Televisi dan Komputer
Matikan televisi, telepon genggam, laptop, dan semua jenis gadget di kamar satu jam sebelum tidur.

Tulis hal-hal penggangu pikiran Anda
Buatlah daftar tentang apa saja yang Anda khwatirkan atau pikirkan sehingga membuat sulit untuk tidur. Anda bisa mempelajarinya kembali esok hari dan berusaha untuk tidak berpikir tentang itu. Dr. Breus menegaskan bahwa cara ini sangatlah efektif jika Anda benar-benar melakukannya.

Atur alarm tidur
Alarm tak hanya untuk bangun tidur. Pasanglah juga alarm untuk mengingatkan Anda waktunya pergi tidur lebih awal. Kebiasaan ini akan membantu Anda lebih disiplin untuk tidur.

Hindari pekerjaan kantor
Malam hari bukan waktunya bekerja, namun sepenuhnya untuk istirahat demi menjaga kesehatan Anda. Hentikan membaca email yang menyangkut pekerjaan Anda karena tidur malam yang cukup dapat meningkatkan produktivitas kerja saat di kantor.

Olahraga di pagi hari
Orang yang berolahraga di pagi hari membuat tidur malam lebih cepat, mendapat kualitas tidur terbaik, dan bangun lebih awal.

Biasakan tidur dengan jam rutin
Mengubah-ubah waktu tidur akan mengganggu jam biologis Anda sehingga tidak mendapatkan kualitas tidur yang baik. Tidurlah pada jam yang rutin dan jalankan dengan konsisten untuk membantu mempermudah tidur lebih cepat dan berkualitas.

Segeralah tidur saat merasa lelah
Jangan memaksakan diri untuk untuk tetap terjaga di malam hari saat tubuh sudah merasa lelah dan mengantuk. Memaksakan diri seperti itu dapat mendorong energi sementara pada tubuh sehingga saat bangun di keesokan harinya akan membuat badan terasa tidak enak dan membuat Anda tidak bersemangat untuk melakukan aktivitas.

Inilah Tanda-tanda Jika Kamu Kurang Tidur

DREAMERSRADIO.COM - Sering menguap ternyata bukan hanya pertanda bahwa kita mengantuk. Tapi bisa jadi kita memang benar-benar kurang tidur. Selain seringnya menguap, ini dia beberapa hal yang menandakan bahwa kita kurang tidur:
Mudah Lapar
Terutama jika kita melewatkan makan pagi, kita akan sangat mudah lapar saat tubuh kurang tidur. Melihat foto makanan saja sudah membuat perut ikut ribut tak keruan. Hal ini disebabkan oleh tingginya hormon ghrelin, hormon yang sama yang memicu rasa lapar.
Lebih Sensitif
Melihat iklan televisi yang menyentuh hati saja kita sudah menangis, ini adalah salah satu gejala bahwa kita kurang tidur. Gejala yang sama seperti saat mengalami PMS. "Kurang tidur menyebabkan otak kurang pandai mengontrol emosi," demikian seperti dilansir oleh huffingtonpost.com.
Pelupa dan tidak fokus
Tanda kurang tidur lainnya adalah kita mudah lupa. Selain itu, kita juga akan sulit sekali berkonsentrasi sehingga hal yang sedang kita kerjakan akan selesai dalam waktu lama.
Susah Nyambung Saat Berbicara
Saat berbincang dengan teman atau orang lain yang ada di sekitar kita, maka kita akan sulit untuk berkonsentrasi dan susah nyambung. Perhatikan hal ini, penurunan konsentrasi menyebabkan kita jadi susah menangkap pesan saat berbincang dengan seseorang. Gerakan tubuh juga tak segesit biasanya.

Tujuh Tanda Pernikahan Anda Akan Langgeng

esta pernikahan mewah, rumah besar di komplek elit, dan bulan madu keliling Eropa tak menjamin pernikahan Anda akan bahagia dan bertahan lama. Memang, setiap rumah tangga memiliki ciri khas dan aturannya masing-masing, namun sebagian besar pernikahan yang bahagia dan bertahan hingga maut memisahkan, bisa dikenali dari enam tanda berikut ini. Tak ada yang tahu apa yang mungkin terjadi di masa depan, namun setidaknya Anda tahu jika pernikahan Anda sudah berada di jalur yang benar.

1. Apa kata hati Anda?
Rupanya, cara paling mudah untuk mengetahui apakah pernikahan Anda bahagia, adalah dengan bertanya pada diri sendiri dan menjawab jujur. Jauh di lubuk hati, Anda pasti sudah tahu sendiri jika ada yang salah dari pernikahan Anda, atau jika Anda atau suami sebenarnya tak benar-benar bahagia. Sebaliknya, jika Anda merasa benar-benar bahagia dalam rumah tangga, pertanyaan ini akan mudah dijawab “YA” tanpa ada keraguan.

2. Anda menjadi orang yang lebih baik saat bersama pasangan
Apakah Anda menjadi orang yang lebih menyenangkan saat bersama suami? Dulu mungkin Anda dikenal di kalangan teman-teman sebagai orang yang sering bete, tak percaya diri, dan terkadang agak galak. Sejak bertemu suami, Anda mungkin terkadang masih harus berjuang melawan sifat-sifat negatif tersebut, namun “kumatnya” jadi jauh lebih jarang, dan teman-teman bilang Anda kini jadi tak segalak dulu. Ini berarti suami memberi pengaruh positif bagi Anda, dan mudah-mudahan Anda pun punya efek yang sama pada suami.

3. Kebahagiaan Anda tak hanya bergantung pada suami (begitu juga sebaliknya)
Pernikahan membuat orang lebih bahagia. Dan tentu saja wajar jika Anda merasa lebih bahagia jika bersama suami. Yang harus diwaspadai adalah jika suami adalah satu-satunya sumber kebahagiaan Anda (atau sebaliknya, Anda adalah satu-satunya sumber kebahagiaan suami). Memang kedengarannya indah dan romantis, namun ini berarti sesungguhnya Anda belum bahagia dengan diri Anda diri sebagai seorang pribadi. Dan ini akan menimbulkan masalah di kemudian hari, yang bisa berimbas pada perkawinan. Pasangan seharusnya bukan alasan Anda bahagia, namun alasan Anda menjadi lebih bahagia.

4. Anda tak menganut motto “kalau jodoh tak akan ke mana”
Jodoh memang di tangan Tuhan, tapi bukan berarti setelah dipertemukan dengan jodoh kita kemudian bisa santai-santai saja. Betul, kita sudah menemukan belahan hati dengan bantuan Tuhan. Namun berarti kini saatnya kita dan suami yang aktif dan berupaya menjaga hubungan tetap awet dan harmonis.

5. Anda tak berharap suami akan berubah
Salah satu tanda pernikahan bahagia adalah saat harapan yang dimiliki suami maupun istri adalah harapan yang realistis, termasuk harapan terhadap pasangan. Siap-siap kecewa jika Anda menikahi suami dengan harapan dia akan berubah. Inti dari pernikahan adalah Anda mencintai suami dan menerima kekurangannya. Berusaha membuat suami berubah hanya akan membuat Anda frustasi, suami merasa tak dicintai, dan rumah tangga pun akan dipenuhi percekcokan.

6. Anda dan suami masih saling bilang “I love you”
Tentu saja kalimatnya tak harus “I love you” karena ada banyak cara untuk mengungkapkan cinta lewat kata-kata. Pasangan yang ‘nyeleneh’ terkadang bilang, “Love you, nyet” dan pasangan lain mungkin cukup bilang “sayang”. Yang jelas, meski cinta bisa ditunjukkan lewat perilaku, tetap penting untuk mengucapkannya lewat kata-kata, kalau bisa malah setiap hari, hingga akhir hayat Anda. Ingat saat aktor Sophan Sophiaan meninggal dunia di usia 64 tahun? Salah satu penyesalan terbesar Widyawati, istrinya, adalah karena hari itu ia belum mengucapkan “I love you” pada sang suami.

7. Setiap Anda membayangkan masa depan, suami ada dalam benak Anda (begitu pun sebaliknya)
Sebisa mungkin, Anda dan suami harus menikmati masa kini dan tak terlalu memikirkan hal-hal yang belum terjadi. Namun merencanakan masa depan tentu sah-sah saja, dan sebagai pasangan, sudah sewajarnya suami selalu ada di setiap bayangan Anda tentang masa depan. Lebih baik lagi jika Anda menetapkan tujuan masa depan, merumuskan rencana dan impian, selalu dengan cara berdiskusi bersama suami. Ini juga penting untuk memastikan bahwa impian Anda sejalan dengan suami. Berita buruk jika saat Anda membayangkan masa depan yang bahagia, dalam benak Anda tak ada sosok sang suami sama sekali, atau jangan-jangan yang ada malah lelaki lain?

Sembilan Alasan Terburuk untuk Menikah

Ketika dua orang jatuh cinta, pernikahan jelas menjadi jawabannya. Namun jangan bodohi diri kita sendiri, karena banyak juga orang menikah bukan karena cinta. Jika Anda siap menikah namun sadar bahwa Anda masih bingung terhadap perasaan cinta, pertimbangkan lagi keputusan untuk menikah.

Anda layak mendapatkan kebahagiaan dalam hidup. Jika ada sedikit keraguan di kepala Anda, itu bisa menjadi pertanda bahwa Anda belum siap menikah. Berikut sembilan alasan mengapa Anda harus menunda pernikahan saat ini juga!

1. Untuk menyenangkan orangtua

Memang, orangtua akan merasa bahagia saat mengetahui bahwa ada seseorang yang akan menjaga Anda. Tapi mereka sebenarnya hanya menginginkan cucu.

2. Untuk membuktikan memiliki orientasi seks yang normal

Entah Anda mencoba untuk membuktikan orientasi seksual kepada diri sendiri atau orang lain, pernikahan bukanlah jawabannya.

3. Membantu teman yang kesulitan

Apakah harus kami ingatkan bahwa menikah untuk tujuan mengelabui proses imigrasi adalah tindakan kriminal? Pengorbanan yang sia-sia.

4. Anda hamil

Mengetahui bahwa Anda hamil adalah hal yang menakutkan. Apalagi jika Anda hamil saat masih melajang, maka itu akan lebih menakutkan. Terburu-buru menikah sebelum Anda siap, bisa membuat pernikahan Anda berakhir tragis. Biasakan diri dengan peran sebagai ibu sebelum siap memikul tanggung jawab dalam pernikahan.

5. Sudah terlalu lama berpacaran

Anda mengencani seorang pria dan hubungannya berjalan lancar. Dia mencintai Anda dan semuanya baik-baik saja. Apakah Anda harus terikat dan menikah? Jika Anda belum siap maka jangan lakukan.

6. Melunasi utang

Anda memiliki banyak utang  dan tidak bisa melunasinya. Sebelum Anda menikah dengan pria yang memiliki banyak uang, pahamilah bahwa kebahagiaan pribadi tidak bisa dibeli dengan uang.

7. Karena semua orang juga menikah

Jadi, semua orang yang pernah Anda temui sudah menikah dan Anda masih melajang. Hindari perasaan tertekan dan jadilah diri sendiri. Cinta akan datang saat waktunya tiba.

8. Mewujudkan pernikahan impian

Daya tarik dari pernikahan mewah memang tidak terelakkan, namun apakah itu harga yang pantas dibayar untuk kehidupan tanpa cinta? Silahkan tanya Kim Kardashian.

9. Ingin memiliki anak


Ya, pepatah bijak berbunyi, “Awalnya cinta bersemi, lalu menikah, dan akhirnya ada bayi".

Kurangi Memakai Gadget Saat Makan Bersama

TEMPO.CO, New York - Orang tua yang membiarkan anak remajanya memakai peralatan elektronik atau menonton televisi selama waktu makan bersama keluarga cenderung mengkonsumsi nutrisi makan lebih sedikit. Bahkan, punya komunikasi buruk dengan keluarga.

Hal ini diungkapkan dalam penelitian terbaru. Dulu para ahli menyarankan agar mematikan televisi selama waktu makan keluarga berlangsung. Namun, dengan perkembangan telepon seluler dan peralatan elektronik lain dalam genggaman, anak-anak masa kini membawa semua gadget itu ke meja makan.

Temuan-temuan dari hasil riset terbaru menunjukkan bahwa menggunakan media (elektronik) saat waktu makan sangat umum di antara keluarga-keluarga yang punya remaja. Namun, "Aturan penggunaan media bisa menurunkan penggunaan media di kalangan remaja dan mempunyai efek positif lainnya," ujar penulis hasil riset Jayne A Fulkerson seperti dikutip Reuters edisi 2 Januari 2014.

Fulkerson adalah direktur dari Center for Child and Family Health Promotion Research di University of Minnesota School of Nursing di Minneapolis. "Orang tua bisa menghentikan penggunaan media selama makan bersama sehingga punya waktu yang lebih berkualitas dengan anak-anak mereka," ujar dia. (Baca: Lima Dampak Buruk Gadget)

Fulkerson dan rekan-rekannya mewawancarai lebih dari 1.800 orang tua mengenai seberapa sering mereka mengizinkan anak-anak remaja mereka untuk menonton televisi, berbicara di telepon, mengirimkan SMS, bermain games atau mendengarkan musik dengan headphones selama waktu makan bersama keluarga.

Penelitian menanyakan para orang tua apakah mereka membuat aturan dalam penggunaaan media elektronik. Penelitian juga menyoal apakah mereka merasa waktu makan bersama keluarga adalah hal yang penting. Anak-anak menjawab pertanyaan mengenai seberapa bagus komunikasi keluarga mereka, termasuk berapa sering mereka berbicara mengenai masalah mereka dengan orang tua.

Hasilnya, dua pertiga orang tua melaporkan bahwa anak-anak remaja mereka menonton televisi atau film selama waktu makan bersama keluarga. Sementara seperempatnya mengatakan bahwa menonton televisi merupakan hal yang rutin dilakukan.

Namun, berkirim SMS, berbicara di telepon, mendengarkan musik dengan headphones dan menggunakan games di tangan lebih jarang dilakukan saat makan bersama. Sebanyak 18-28 persen orang tua melaporkan aktivitas tersebut terjadi saat waktu makan, demikian diungkapkan Journal of Academy of Nutrition and Dietetics.

Hampir tiga perempat dari orang tua mengatakan bahwa mereka mengatur waktu penggunaan media saat makan bersama. Hasil riset itu juga mengungkapkan bahwa anak perempuan lebih cenderung menggunakan media elektronik ketimbang anak lelaki. Selain itu, penggunaan gadget meningkat seiring bertambahnya usia.

Pada keluarga yang kurang berpendidikan, penggunaan media elektronik juga lebih tinggi. Selain itu, waktu makan bersama dengan penggunaan media elektronik lebih sedikit pada keluarga yang orang tuanya memberikan beberapa aturan. Sebaliknya, penggunaan media elektronik lebih banyak pada keluarga yang tidak terlalu banyak berkomunikasi.

Riset ini juga menunjukkan bahwa orang tua yang melaporkan penggunaan media elektronik lebih sering dilakukan saat makan bersama ternyata lebih jarang menyajikan salad hijau, buah-buahan, sayuran, 100 persen jus dan susu selama waktu makan. Mereka lebih sering menyajikan minuman berpemanis. Namun, para ilmuwan tidak bertanya apakah para orang tua juga menggunakan media elektronik saat waktu makan bersama.

REUTERS I ARBAIYAH SATRIANI

Aplikasi Pengenalan Wajah untuk Kencan

TEMPO.CO, Sydney - Sebuah aplikasi yang akan diluncurkan untuk Android, iOS, dan Google Glass bernama NameTag akan memungkinkan Anda untuk memotret orang asing dan mencari tahu siapa orang asing itu, lengkap dengan jejaring sosial dan profil kencan onlinenya.

Anda tinggal memotret seseorang dengan kamera gadget. Aplikasi itu kemudian akan mengirimkan foto tersebut secara nirkabel ke server NameTag, yang akan membandingkannya dengan jutaan foto yang terekam secara online. Aplikasi itu kemudian akan memunculkan nama, foto lainnya, dan profil media sosial - seperti Facebook, Twitter, dan Instagram - terkait orang itu yang telah diposting ke publik.

Jika Anda tertarik pada orang tersebut, pencipta aplikasi itu - FacialNetwork - akan memungkinkan pemindaian gambar profil di situs kencan online, seperti Plenty of Fish, OkCupid, dan Match.com.

Di AS, aplikasi ini juga akan mencocokkan dengan foto lebih dari 450.000 entri dalam National Sex Offender Registry dan database kriminal lainnya.

"Saya percaya bahwa ini akan membuat kencan online dan interaksi sosial secara offline jauh lebih aman dan memberi kita pemahaman yang jauh lebih baik terhadap orang-orang di sekitar kita," kata Kevin Alan Tussy dari FacialNetwork sebagaimana dikutip CNET, 7 Januari 2014.

"Jauh lebih mudah untuk bertemu orang baru yang menarik ketika kita dengan mudah bisa melihat seseorang, melihat Facebook mereka, meninjau halaman LinkedIn mereka, atau mungkin bahkan melihat profil situs kencan mereka," tambahnya.

Namun, aplikasi itu tampaknya melintasi beberapa batas privasi yang cukup serius. Secara umum, orang suka memilih siapa yang dapat mengidentifikasi mereka. Google tampaknya berpikir begitu. Raksasa Web itu saat ini tidak membolehkan aplikasi pengenalan wajah pada MyGlass app store.

Tussy berusaha meredakan kekhawatiran itu. "Orang-orang akan dapat login ke www.NameTag.ws dan memilih apakah ingin atau tidak ingin nama dan informasi mereka ditampilkan kepada orang lain," katanya. "Ini bukan tentang menyerang privasi seseorang, ini tentang menghubungkan orang-orang yang ingin dihubungkan," tambahnya.
Simak berita tekno lainnya di sini.


ERWIN Z | CNET

Empat Cara Agar Baterai Ponsel Tahan Lama

Ponsel adalah sahabat kecil yang setia dan ajaib, dapat memberitahukan Anda saldo rekening bank, arah jalan menuju bioskop, dan restoran Cina favorit hanya dalam beberapa usapan di layar.

Namun, saat Anda lengah, ponsel bisa saja mati di saat terburuk. Hindari mimpi buruk itu dan rawat sahabat kecil Anda dengan benar, melalui tips merawat baterai singkat berikut.

Kurang berarti lebih

Ketika Anda masih menggunakan baterai berbahan dasar nikel, orang-orang berusaha untuk “memperlakukan” baterai tersebut dengan benar-benar menguras dayanya sampai habis kemudian mengisi ulang daya sampai penuh. (intinya bahwa baterai tidak akan berfungsi dengan baik tanpa daya penuh). Lupakan apa yang Anda dengar.

Kebanyakan ponsel modern menggunakan baterai lithium-ion, yang sangat berbeda.

Secara umum, Anda seharusnya menjaga agar daya ponsel Anda berada di atas 50 persen. Jika Anda ingin mengambil satu langkah lebih lanjut, sebaiknya Anda mencoba untuk menguras sampai habis daya baterai sekali dalam sebulan, hanya untuk keperluan kalibrasi. Tapi jika lebih dari sekali, maka Anda akan memperpendek umur baterai.

Perhatikan mengenai pengisian daya semalaman! Secara teknis Anda tidak seharusnya mengisi daya berlebihan agar baterai memiliki masa aktif yang lebih lama. Meski kebanyakan pengisi daya dirancang untuk membatasi Anda mengisi daya berlebihan setelah ponsel memiliki daya penuh, Anda seharusnya menghindari mengisi daya hingga 100 persen dan meninggalkan pengisi daya terus terhubung ke ponsel. Kesimpulannya, tidak menunda-nunda untuk mengisi daya dan daya yang tepat jauh lebih baik dibandingkan mengisi daya secara konstan dari benar-benar habis hingga 100 persen. Jika Anda bingung, cobalah untuk mengisi daya secara berkala ketika daya baterai berada di angka 80 dan 40 persen.

Baterai habis itu tidak baik

Baterai Lithium-ion terkadang dapat menjadi tidak stabil (arusnya) jika benar-benar habis. Seperti robot, baterai ini biasanya dilengkapi sirkuit untuk bisa menghancurkan diri yang membuat baterai Anda tidak bisa digunakan untuk mencegah adanya ledakan atau sesuatu yang lain. Hal ini tentu tidak terjadi setiap hari, tapi alangkah baiknya untuk bertindak aman agar tidak menyesal di kemudian hari.

Ponsel Anda tidaklah tangguh. Jangan meninggalkannya di dasbor mobil di kondisi cuaca yang panas sekitar 30-an derajat celcius. Jangan meletakkannya di sebelah Anda saat sedang berjemur. Jangan membawanya saat Anda sedang mengikuti kelas yoga yang panas. Tidak peduli apakah ponsel Anda dalam keadaan mati, panas akan merusak baterai Anda.

Hal itu karena, kabar baik untuk para pembaca yang tinggal di wilayah yang sangat dingin, ponsel Anda berada pada kondisi paling baik di suhu 0 derajat celcius (dan baterai Anda akan kehilangan sedikit sekali persentase kapasitas maksimumnya setiap tahun). Bagi Anda yang berada di wilayah bersuhu tropis, Anda berisiko kehilangan kapasitas maksimum mulai dari 20 hingga 35 persen pertahun.  Bukan berarti Anda harus membatalkan perjalanan Anda ke Hawaii hanya demi menjaga usia baterai, tapi tetaplah memperhatikan di mana Anda meletakkan ponsel.


Hubungkan langsung ke stop kontak
Meski perangkat pengisian daya nirkabel itu tidak merepotkan dan trendi, kebanyakan pengisian daya nirkabel induktif cenderung membuang energi dengan melepaskan panas. Ingat apa yang kami katakan soal panas? (PANAS = BURUK) Cara terbaik untuk mengisi daya ponsel Anda adalah dengan langsung menghubungkannya ke stop kontak (jangan pula menghubungkannya ke komputer). Cara tersebut akan mengisi daya lebih cepat dan aman.