Kamis, 15 November 2012

Mengenang tragedi Pembantaian Massal Di Kamboja

Memori kelam tersimpan dalam bangunan stupa yang menyimpan ribuan tengkorak dan tulang-belulang manusia. Sisa-sisa jasad lainnya masih terserak dalam kuburan massal di sekitarnya yang terkadang muncul ke permukaan tanah setelah hujan reda. Inilah monumen yang akan mengusik nurani kita, tapi perlu persiapan mental sebelum melihatnya.
Stupa beratap keemasan yang dibangun untuk mengenang korban. (Hairun Fahrudin)
Hanya 15 kilometer di luar kota Phnom Penh, ibu kota Kamboja, ada sebuah tempat yang diberi nama The Killing Fields of Choeung Ek. Situs ini adalah ladang pembantaian massal pada masa Pol Pot, tempat lebih dari 17 ribu orang dihabisi nyawanya secara brutal. Sebagian besar korban dibawa dari Tuol Sleng, penjara dan tempat penyiksaan terbesar di Phnom Penh.

Dalam kurun 1975-1979 saat Pol Pot berkuasa, hampir dua juta rakyat Kamboja tewas karena wabah kelaparan atau dieksekusi di ladang-ladang pembantaian. Periode suram itu masih menyisakan kepedihan di hati rakyat Kamboja. Itulah sebabnya, warga asli Kamboja biasanya enggan mengunjungi bekas ladang pembantaian seperti Choeung Ek.

Meski menyajikan sadisme, The Killing Field of Choeung Ek cukup kondang bagi pelancong. Mereka rupanya tak hanya ingin bersenang-senang, tetapi juga ingin tahu masa lalu kelam di negara yang dikunjungi.

Begitu melewati gerbang masuk area pembantaian massal, pengunjung akan menemui sebuah stupa beratap keemasan yang dibangun untuk mengenang korban. Di dalam stupa ini ada kotak kaca bertingkat 17 yang memuat pakaian dan sisa-sisa jasad dari 8.985 korban. Bagian paling bawah kotak kaca ini menyimpan pakaian korban, lalu tingkat kedua sampai kesembilan ditempatkan tulang tengkorak, dan tingkat di atasnya memuat sisa-sisa jasad lainnya seperti tulang rusuk, tulang pinggul dan tulang rahang.
Tingkat kedua sampai kesembilan ditempatkan tulang tengkorak. (Hairun Fahrudin)
Saat memasuki stupa ini, pengunjung diharapkan tidak bersuara keras atau memotret secara berlebihan. Di bagian depan stupa disediakan pula altar untuk berdoa bagi keluarga korban. Beberapa pengunjung juga terlihat menyelipkan kertas-kertas berisi doa di kotak kaca.

Di belakang bangunan stupa, terlihat beberapa lubang galian bekas kuburan massal. Setelah hujan reda, tak jarang pengunjung bisa melihat serpihan tulang dan gigi muncul di permukaan bekas lubang galian ini. Sisa-sisa jasad ini kemudian dikumpulkan petugas di sebuah kotak kaca kecil yang diletakkan di depan kuburan massal.
Lubang galian bekas kuburan massal. (Hairun Fahrudin)
Keterangan yang dipasang di tiap-tiap kuburan massal juga cukup membuat bergidik. Ada yang diberi tanda sebagai kuburan massal 166 korban tanpa kepala, atau kuburan massal 100 korban anak-anak dan perempuan yang dikuburkan dalam keadaan telanjang. 
Sisa-sisa jasad dikumpulkan petugas di sebuah kotak kaca kecil. (Hairun Fahrudin)
Tentara Pol Pot mengeksekusi korban dengan banyak cara. Mereka tidak menembak para korban dengan senjata api karena harga peluru terlalu mahal. Sebagai gantinya, digunakan pisau, pedang, bambu tajam, bahkan juga alat-alat pertanian seperti sabit dan linggis. 

Untuk korban anak-anak, cara eksekusinya lebih mengerikan. Tentara Pol Pot menghabisi nyawa bocah-bocah tak berdosa itu dengan membenturkan kepala korban ke batang pohon besar sampai remuk. Di dekat pohon tersebut juga bisa dilihat lubang galian kuburan massal anak-anak.

Sebuah pohon besar lainnya dipasangi tanda “Magic Tree” yang menurut saksi mata pernah digunakan untuk menggantung pengeras suara supaya korban tidak mengerang saat dieksekusi.
"Magic Tree". (Hairun Fahrudin)
Menurut saksi mata lagi, sekitar 300 orang dieksekusi setiap hari di Choeung Ek. Mereka dibawa menggunakan truk dari penjara Tuol Sleng, dan tiba di Choeng Ek sekitar pukul 8-9 malam. Karena jumlah yang banyak itu, sering kali tentara Pol Pot kewalahan untuk menghabisi nyawa semua korban dalam satu malam. 

Mereka kemudian mendirikan barak kayu sebagai penampungan sementara. Namun barak kayu itu sudah tidak bisa dilihat lagi karena dirubuhkan warga beberapa hari setelah kejatuhan Pol Pot.

Sebelum melangkah ke pintu keluar, sebaiknya pengunjung mampir dulu ke museum kecil yang menyajikan banyak informasi mengenai tragedi kemanusiaan di Kamboja. Di museum ini ditunjukkan struktur organisasi Khmer Merah, kisah hidup para petingginya, serta barang-barang yang ditemukan di dalam kuburan massal seperti anting-anting, sandal dan pakaian bayi.

Agar Pasangan Semangat Bercinta


Ghiboo.com - Seks yang hebat tak hanya mengenai posisi untuk melecut gairah.
Lebih dari, seks juga bisa menyenangkan, lucu bahkan konyol.
Ayo, lakukan gebrakan baru untuk kehidupan seks Anda. Bosan dengan seks yang itu-itu saja? Coba contek cara ini.
Sedikit 'games' dewasa. Boleh memanfaatkan kartu uno atau monopoli. Kemudian, tantang pasangan Anda. Yang kalah harus siap-siap memberikan pijatan erotis di ranjang.
'Serangan fajar'. Tak ada aturan kapan harus bercinta. Mau malam hari atau hanya di akhir pekan, Anda dan pasangan yang tentukan. Supaya tak bosan, lakukan sesuatu yang baru. Manfaatkan waktu di pagi hari karena biasanya hasrat seksual meninggi saat bangun tidur. Kejutkan pasangan saat dia sedang mandi sebelum kerja, membangunkannya dengan ciuman mesra atau menyiapkan sarapan romantis di tempat tidur.
Kirim pesan romantis. Lakukan sesuatu yang romantis untuk pasangan. Mudah saja, coba kirimkan pesan singkat yang isinya cukup seksi dan menggoda. Cara ini tak hanya menambah keromantisan, tetapi juga meningkatkan mood bercinta. Yakinlah, SMS Anda membuatnya tak sabar ingin segera pulang kantor.
Kejutan seksi. Semua orang menyukai kejutan. Dalam urusan seks, Anda bisa memberikan kejutan seksi, seperti mencoba fantasi yang diinginkan pasangan Anda. Hasrat bercinta pasti akan semakin 'liar'.

Cara Meminta Maaf Yang Jitu

Terkadang orang-orang merasa sangat menyesal atas apa yang telah mereka lakukan terhadap orang lain, namun sulit untuk mengungkapkannya. Cara berikut memerlukan waktu lima menit dan hampir selalu berhasil.

Bersungguh-sungguh
Jangan mencoba untuk melupakan kesalahan Anda dengan sebuah alasan atau permohonan maaf yang lemah. Anda hanya akan menjadikan kesalahan semakin buruk.

Jadi, jangan katakan “Itu bukan hal yang besar,” “Saya tidak bermaksud melakukannya,” atau “Anda terlalu berlebihan”. Sebaliknya, katakanlah “Saya telah membuat kesalahan besar,” “Seharusnya saya tidak melakukannya,” atau “Saya seharusnya tahu mana yang benar.”

Akui kesalahan yang sebenarnya

Bagian terkecil dari sebuah kesalahan (melewatkan makan malam, komentar yang tidak pada tempatnya) merupakan sebuah gejala untuk dari bentuk perlawanan yang besar. Sebuah permintaan maaf yang baik mengungkapkan masalah yang maksud dengan menggunakan kata “karena”.

Jadi jangan katakan “Maaf, saya lupa tentang rencana makan malam kita”. Sebaliknya, katakanlah “Maaf, saya lupa rencana makan malam kita, saya sangat tidak sopan dengan membatalkan rencana kita pada saat-saat terakhir.”

Jangan bilang “tapi”
Satu kata itu dapat merusak permohonan maaf Anda. Itu adalah sebuah cara untuk menutupi kesalahan (“Maaf saya lupa tentang acara makan malam kita, tapi Anda seharusnya mengingatkan saya”).

Gunakan perkataan bukan dompet
Tidak ada yang dapat menggantikan sebuah kejujuran, memberi pasangan Anda bunga atau hadiah lainnya untuk permohonan maaf dapat diartikan sebagai sebuah sogokan. Hadiah tersebut mengungkapkan penyesalan Anda, tapi tidak menunjukkan bahwa Anda mengerti apa kesalahan Anda. Bila Anda ingin memberikan hadiah, lakukan itu nanti, hadiah itu akan lebih bermakna ketika diberikan dengan tulus.

Diambil dari “Fight Less, Love More: 5-Minute Conversations to Change Your Relationship without Blowing Up or Giving In”, oleh Laurie Puhn.

Tips Untuk Mengatasi Penyakit Insomnia

Bagi banyak orang, insomnia sungguhlah menganggu. Di saat semua orang sudah terlelap, para penderita insomnia masih sulit untuk memejamkan mata. Bahkan saat kebanyakan orang telah bersiap untuk beraktivitas di pagi hari, para penderita insomnia justru baru saja terbenam di peraduannya. 

Insomnia biasanya hadir akibat beberapa faktor seperti kurangnya aktivitas olahraga, stres, indikasi penyakit serius, dan sebagainya. Insomnia tidak akan terjadi berlarut-larut jika kita mengetahui cara efektif untuk mencegah terjadinya insomnia. Beberapa cara berikut dapat menjadi petunjuk Anda untuk mengatasi terjadinya insomnia:

1. Stop konsumsi kafein, alkohol, dan rokok di malam hari
Kafein, alkohol, dan rokok adalah beberapa pemicu terjadinya insomnia. Hindari kafein, rokok dan minuman beralkohol pada sore dan malam hari untuk memudahkan Anda terlelap.
 
2. Atur kondisi kamar
Semakin gelap dan temaram lampu yang Anda pasang di dalam kamar, semakin baik pula kualitas tidur Anda. Buatlah kamar Anda tenang tanpa ada suara lain. Kondisi gelap pada kamar bisa mempercepat keluarnya hormon penenang (melatonin) dari otak, sehingga Anda pun dapat tertidur pulas.

3. Tempat tidur hanya untuk tidur
Tidak ada yang melarang Anda memelihara dan mengajak binatang peliharaan Anda tidur bersama di satu tempat tidur. Tapi jika Anda sudah mengalami kesulitan tidur di malam hari, tak ada salahnya untuk membiarkan binatang Anda tidur di kandangnya. Jangan juga jadikan kamar Anda tempat untuk membaca, menonton, atau bermain bersama binatang kesayangan. Ini akan mempersulit Anda tidur lelap di kamar.

4. Lakukan aktivitas fisik
Kurangnya aktivitas fisik seperti berolahraga dapat memicu insomnia. Untuk itu berolahragalah secara teratur di pagi hari dan bukan di malam hari. Olahraga baik dilakukan pada pukul enam pagi dan sebaiknya jangan 3-4 jam sebelum waktu tidur Anda. Aktivitas olahraga di malam hari dapat membuat tubuh Anda tetap aktif dan belum ‘rela’ diajak terlelap.

5. Cukupkan porsi makan
Hindari mengonsumsi makanan dan minuman terlalu banyak sebelum Anda berniat untuk tidur. Nikmatilah makan malam Anda maksimal dua jam sebelum tidur.

6. Tanpa pemaksaan
Jangan paksa diri Anda untuk tidur jika memang belum ingin tidur. Biarkan Anda terlelap dengan sendirinya tanpa memejamkan mata yang dibuat-buat. Menikmati susu hangat atau membaca selama 30 menit sebelum tidur dapat membantu Anda lebih cepat mengantuk.

7. Hindari tidur siang
Alasan lain yang menyebabkan insomnia adalah rutinitas tidur siang. Hindari aktivitas ini untuk mempermudah Anda mengantuk di malam hari. Tidur dan bangunlah pada waktu yang sama setiap hari sehingga tubuh Anda terbiasa dengan ritme tersebut.

8. Atur posisi tidur
Jika keletihan dan nyeri punggung adalah alasan mengapa Anda mengalami insomnia, cobalah untuk mengatur ulang posisi tidur Anda. Letakkan bantal pada lutut dan tidurlah menyamping. Posisi ini dapat mengurangi pegal punggung dan menegakkan posisi punggung. Dengan begitu Anda dapat tidur lebih lelap.


Jika insomnia masih berlangsung lebih dari satu bulan, segera periksakan diri Anda ke dokter guna mendapat pengobatan lebih lanjut, karena insomnia juga mengindikasikan adanya gangguan kesehatan seperti alergi, depresi, asma, dan sebagainya.

Selasa, 13 November 2012

Wanita Berkumis Tanda Penyakit Lebih Serius

Dalam istilah medis, pertumbuhan bulu atau rambut wajah yang lebih lebat dari wanita pada umumnya itu disebut “hirsutism”. Hirsutism biasanya berkaitan dengan adanya ketidakseimbangan atau gangguan hormon dalam tubuh. Namun demikian, kondisi ini cukup sering ditemukan. Di Amerika Serikat, kira-kira 10% dari seluruh populasi wanita mengalami kondisi hirsutism.

Untuk mengevaluasi kondisi hirsutism, dokter biasanya akan mencari dan memeriksa apakah memang kondisi hirsutismnya diakibatkan oleh gangguan medis tertentu atau tidak. Namun hirsutism juga dapat terjadi tanpa adanya gangguan penyakit medis tertentu (idiopathic hirsutism).

Contoh penyakit yang dapat menimbulkan kondisi hirsutism adalah PCOS (Polycstic Ovarian Syndrome), CAH (Congenital Adrenal Hyperplasia), dan tumor pada kelenjar anak ginjal atau tumor indung telur. Jika kondisi hirsutism baru mulai timbul saat pubertas, maka penyebabnya biasanya kondisi medis yang relatif ringan atau tidak terlalu serius. Apabila baru mulai timbul pada saat usia tua (lebih dari 45 tahun) maka kemungkinan-kemungkinan serius seperti tumor atau kanker juga harus dicari dan dipertimbangkan.

Untuk mengatasi kondisi ini sebaiknya periksakan dulu diri Anda ke dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Sp.OG) agar diperiksa kadar hormonnya, kemudian dilakukan pemeriksaan fisik serta penunjang yang diperlukan seperti USG kandungan. Hal ini terutama dianjurkan bila area lokasi pertumbuhan rambutnya banyak di daerah pipi dan bagain atas bibir (kumis).

 Boleh-boleh saja untuk mencabut dan menghilangkan bulu tersebut dengan cara mencabut (plucking) atau dengan “waxing”. Namun yang paling efektif adalah dengan cara menemukan diagnosis medis dan melakukan pengobatan bagi  kondisi medis yang mungkin melatarbelakangi terjadinya hirsutism tersebut. Setelah kondisi medisnya diterapi (bila ada), maka “waxing” dan “plucking” secara mekanis dapat dilakukan.

Semoga membantu.^_^

Rabu, 31 Oktober 2012

Mitos asal Muasal Larangan Menikah Sunda-Jawa

Pernahkah anda mendengar bahwa orang Sunda dilarang menikah dengan orang Jawa atau sebaliknya? Ternyata hal itu hingga ini masih dipercaya oleh sebagian masyarakat kita. Lalu apa sebabnya?

Mitos tersebut hingga kini masih dipegang teguh beberapa gelintir orang. Tidak bahagia, melarat, tidak langgeng dan hal yang tidak baik bakal menimpa orang yang melanggar mitos tersebut.

Lalu mengapa orang Sunda dan Jawa dilarang menikah dan membina rumah tangga. Tidak ada literatur yang menuliskan tentang asal muasal mitos larang perkawinan itu. Namun mitos itu diduga akibat dari tragedi perang Bubat.

Peristiwa Perang Bubat diawali dari niat Prabu Hayam Wuruk yang ingin memperistri putri Dyah Pitaloka Citraresmi dari Negeri Sunda. Konon ketertarikan Hayam Wuruk terhadap putri tersebut karena beredarnya lukisan sang putri di Majapahit, yang dilukis secara diam-diam oleh seorang seniman pada masa itu, bernama Sungging Prabangkara.

Hayam Wuruk memang berniat memperistri Dyah Pitaloka dengan didorong alasan politik, yaitu untuk mengikat persekutuan dengan Negeri Sunda. Atas restu dari keluarga kerajaan Majapahit, Hayam Wuruk mengirimkan surat kehormatan kepada Maharaja Linggabuana untuk melamar Dyah Pitaloka. Upacara pernikahan rencananya akan dilangsungkan di Majapahit.

Maharaja Linggabuana lalu berangkat bersama rombongan Sunda ke Majapahit dan diterima serta ditempatkan di Pesanggrahan Bubat. Raja Sunda datang ke Bubat beserta permaisuri dan putri Dyah Pitaloka dengan diiringi sedikit prajurit.

Menurut Kidung Sundayana, timbul niat Mahapatih Gajah Mada untuk menguasai Kerajaan Sunda. Gajah Mada ingin memenuhi Sumpah Palapa yang dibuatnya pada masa sebelum Hayam Wuruk naik tahta, sebab dari berbagai kerajaan di Nusantara yang sudah ditaklukkan Majapahit, hanya kerajaan Sunda lah yang belum dikuasai.

Dengan maksud tersebut, Gajah Mada membuat alasan oleh untuk menganggap bahwa kedatangan rombongan Sunda di Pesanggrahan Bubat adalah bentuk penyerahan diri Kerajaan Sunda kepada Majapahit. Gajah Mada mendesak Hayam Wuruk untuk menerima Dyah Pitaloka bukan sebagai pengantin, tetapi sebagai tanda takluk Negeri Sunda dan pengakuan superioritas Majapahit atas Sunda di Nusantara. Hayam Wuruk sendiri disebutkan bimbang atas permasalahan tersebut, mengingat Gajah Mada adalah Mahapatih yang diandalkan Majapahit pada saat itu.

Versi lain menyebut bahwa Raja Hayam Wuruk ternyata sejak kecil sudah dijodohkan dengan adik sepupunya Putri Sekartaji atau Hindu Dewi. Sehingga Hayam Wuruk harus menikahi Hindu Dewi sedangkan Dyah Pitaloka hanya dianggap tanda takluk.

"Soal pernikahan itu, teori saya tentang Gajah Mada, Gajah Mada tidak bersalah. Gajah Mada hanya melaksanakan titah sang raja. Gajah Mada hendak menjodohkan Hayam Wuruk dengan Diah Pitaloka. Gajah mada Ingin sekali untuk menyatukan antara Raja Sunda dan Raja Jawa lalu bergabung. Indah sekali," tegas sejarawan sekaligus arkeolog Universitas Indonesia (UI) Agus Aris Munandar.

Hal ini dia sampaikan dalam seminar Borobudur Writers & Cultural Festival 2012 bertemakan; 'Kontroversi Gajah Mada Dalam Perspektif Fiksi dan Sejarah' di Manohara Hotel, Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jateng, Selasa (30/10).

Pihak Pajajaran tidak terima bila kedatangannya ke Majapahit hanya menyerahkan Dyah Pitaloka sebagai taklukan. Kemudian terjadi insiden perselisihan antara utusan Linggabuana dengan Gajah Mada.

Perselisihan ini diakhiri dengan dimaki-makinya Gajah Mada oleh utusan Negeri Sunda yang terkejut bahwa kedatangan mereka hanya untuk memberikan tanda takluk dan mengakui superioritas Majapahit, bukan karena undangan sebelumnya. Namun Gajah Mada tetap dalam posisi semula.

Belum lagi Hayam Wuruk memberikan putusannya, Gajah Mada sudah mengerahkan pasukan Bhayangkara ke Pesanggrahan Bubat dan mengancam Linggabuana untuk mengakui superioritas Majapahit. Demi mempertahankan kehormatan sebagai ksatria Sunda, Linggabuana menolak tekanan itu.

Terjadilah peperangan yang tidak seimbang antara Gajah Mada dengan pasukannya yang berjumlah besar, melawan Linggabuana dengan pasukan pengawal kerajaan (Balamati) yang berjumlah kecil serta para pejabat dan menteri kerajaan yang ikut dalam kunjungan itu. Peristiwa itu berakhir dengan gugurnya Raja Linggabuana, para menteri, pejabat kerajaan beserta segenap keluarga kerajaan Sunda di Pesanggrahan Bubat.

Tradisi menyebutkan sang Putri Dyah Pitaloka dengan hati berduka melakukan bela pati atau bunuh diri untuk membela kehormatan bangsa dan negaranya. Menurut tata perilaku dan nilai-nilai kasta ksatria, tindakan bunuh diri ritual dilakukan oleh para perempuan kasta tersebut jika kaum laki-lakinya telah gugur. Perbuatan itu diharapkan dapat membela harga diri sekaligus untuk melindungi kesucian mereka, yaitu menghadapi kemungkinan dipermalukan karena pemerkosaan, penganiayaan, atau diperbudak.

Hayam Wuruk pun kemudian meratapi kematian Dyah Pitaloka. Akibat peristiwa Bubat ini, bahwa hubungan Hayam Wuruk dengan Gajah Mada menjadi renggang. Gajah Mada sendiri menghadapi tentangan, kecurigaan, dan kecaman dari pihak pejabat dan bangsawan Majapahit, karena tindakannya dianggap ceroboh dan gegabah. Mahapatih Gajah Mada dianggap terlalu berani dan lancang dengan tidak mengindahkan keinginan dan perasaan sang Mahkota, Raja Hayam Wuruk sendiri.

Tragedi perang Bubat juga merusak hubungan kenegaraan antar Majapahit dan Pajajaran atau Sunda dan terus berlangsung hingga bertahun-tahun kemudian. Hubungan Sunda-Majapahit tidak pernah pulih seperti sedia kala.

Pangeran Niskalawastu Kancana, adik Putri Dyah Pitaloka yang tetap tinggal di istana Kawali dan tidak ikut ke Majapahit mengiringi keluarganya karena saat itu masih terlalu kecil dan menjadi satu-satunya keturunan Raja yang masih hidup dan kemudian akan naik takhta menjadi Prabu Niskalawastu Kancana.

Kebijakan Prabu Niskalawastu Kancana antara lain memutuskan hubungan diplomatik dengan Majapahit dan menerapkan isolasi terbatas dalam hubungan kenegaraan antar kedua kerajaan. Akibat peristiwa ini pula, di kalangan kerabat Negeri Sunda diberlakukan peraturan larangan estri ti luaran (beristri dari luar), yang isinya diantaranya tidak boleh menikah dari luar lingkungan kerabat Sunda, atau sebagian lagi mengatakan tidak boleh menikah dengan pihak Majapahit. Peraturan ini kemudian ditafsirkan lebih luas sebagai larangan bagi orang Sunda untuk menikahi orang Jawa.

Tindakan keberanian dan keperwiraan Raja Sunda dan putri Dyah Pitaloka untuk melakukan tindakan bela pati (berani mati) dihormati dan dimuliakan oleh rakyat Sunda dan dianggap sebagai teladan. Raja Lingga Buana dijuluki 'Prabu Wangi' (bahasa Sunda: raja yang harum namanya) karena kepahlawanannya membela harga diri negaranya. Keturunannya, raja-raja Sunda kemudian dijuluki Siliwangi yang berasal dari kata Silih Wangi yang berarti pengganti, pewaris atau penerus Prabu Wangi.

Beberapa reaksi tersebut mencerminkan kekecewaan dan kemarahan masyarakat Sunda kepada Majapahit, sebuah sentimen yang kemudian berkembang menjadi semacam rasa persaingan dan permusuhan antara suku Sunda dan Jawa yang dalam beberapa hal masih tersisa hingga kini. Antara lain, tidak seperti kota-kota lain di Indonesia, di kota Bandung, ibu kota Jawa Barat sekaligus pusat budaya Sunda, tidak ditemukan jalan bernama 'Gajah Mada' atau 'Majapahit'. Meskipun Gajah Mada dianggap sebagai tokoh pahlawan nasional Indonesia, kebanyakan rakyat Sunda menganggapnya tidak pantas akibat tindakannya yang dianggap tidak terpuji dalam tragedi ini.

Bedakan Benjolan di Payudara

Ghiboo.com - Memperhatikan setiap perubahan yang terjadi pada payudara merupakan tindakan awal mencegah ancaman kanker.

Perhatikan dengan cermat perubahan yang terjadi pada payudara Anda. Semakin dini pengecekan, maka risiko kanker payudara semakin bisa diminimalisirkan.
Benjolan lembut

Benjolan saat disentuh terasa lembut halus, berbentuk bulat (seperti buah anggur) yang mudah bergeser sedikit ketika Anda menekan di atasnya. Bentuknya bisa besar atau kecil dan menimbulkan rasa sakit ketika disentuh. Waspadai itu gejala kista sederhana atau kantong berisi cairan alami.

Perubahan hormon sekitar masa menstruasi bisa menjadi penyebabnya. Sekitar 30 persen wanita berusia 30-50 tahun mengalaminya. Lakukan USG untuk melihat apakah benjolan tersebut berisi cairan atau padat (kemungkinan kanker).
Cairan

Hati-hati bila keluar cairan lewat kedua puting susu padahal tidak sedang menyusui atau hamil. Biasanya, masalah di kelenjar tiroid atau hipofisi menjadi penyebab. Namun, waspadai bila cairan disertai darah (mungkin kanker) atau cairan dengan warna kekuningan atau kehijauan (infeksi).
Benjolan keras

Bila Anda menemukan sebuah benjolan keras dan padat dengan bentuk tidak teratur atau bergerigi dan saat ditekan, benjolan tidak bergerak, mungkin itu kanker atau tumor. Penyebabnya tidak diketahui, namun riwayat kesehatan keluarga menjadi faktor risiko utama. Tak ada cara lain selain segera temui dokter dan lakukan mammogram.
Benjolan licin dan mudah digerakkan

Bila menemukan benjolan keras, bulat dan bisa bergeser saat disentuh tanpa menimbulkan rasa sakit, mungkin Anda mengalami Fibroadenoma. Tumor jinak ini biasa diderita perempuan muda usia 20 tahunan akibat perubahan tingkat hormon. Segera temui dokter untuk mammogram. Jika tumor sudah besar, harus dilakukan operasi pengangkatan.